Minggu, 25 Desember 2016

Kestabilan Menciptakan Kesejahteraan



            Saya sependapat dengan tulisan yang ditulis oleh Toto Subandriyo, pengamat ekonomi, dosen Program Magister Manajemen STIE Bank BPD Jateng “Efektivitas Harga Acuan Pangan” yang dimuat Suara Merdeka 24 September 2016. Keefektivan harga pangan itu harus di terapkan oleh pemerintah jangan di serahkan pada harga ekonomi pasar, karena pemerintah pasti kedodoran saat harga acuan pangan melonjak naik.

            Seharusnya negara dapat mengelola bahan-bahan pangan agar tidak terjadi kenaikan harga yang di sebabkan biasanya seperti penimbunan beras, bawang merah, dan cabai merah. Pemerintah seharusnya dapat membuat efektivitas harga acuan pangan sehingga harganya menjadi stabil.

            Penetapan harga dasar bahan pangan harus terjaga karena petani sebagai penghasil padi mendapatkan harga jual padinya memadai dengan apa yang sudah di hasilkan mereka. Jika itu terjadi maka produksi yang di hasilkan petani akan meningkat. Pada saat ini banyak orang tidak mau menjadi petani samakin sedikit karena hasil yang kjakan dengan apa yang di dapatkan atau upahnya tidak sebanding.

            Sekolah pertanian juga sekarang jarang diminati anak-anak zaman sekarang ini, padahal menjadi petani bisa mendapatkan penghasilan besar apabila tahu bagaimana mengelolanya dengan bersokolah di pertanian, tetapi sekarang berbanding terbalik sekolah-sekolah pertanian tidak ada peminatnya. Anak sekarang pada gengsi kalau menjadi petani.

            Penetapan harga pangan bertujuan melindungi masyarakat kurang mampu dari kenaikan harga bahan pangan. Karena di Indonesia jumlah penduduk yang mampu dengan yang tidak mampu lebih banyak yang tidak mampu. Maka dari itu keefektivan dan ketetepan harga bahan pangan di Indonesia harus stabil. Penegak hukum juga harus menegakkan hukum agar tidak ada pelaku-pelaku curang yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar