Nama saya Nilna Zakkiya ‘Azmi, dari informasi yang saya
dapat dari kedua orang tua, saudara-saudara dan akta, saya lahir di Jepara, 17 November
1996. Anak pertama dari dua bersaudara. Ayah saya Muhammad Yazid dan Ibu saya
Tatik Zuliyanti. Dulunya Ayah adalah seorang lulusan ponpes sekarang mengajar
di Madrasah dan Ibu seorang pembuat roti dan ibu rumah tangga. Adik saya
laki-laki yang bernama Fatih Zakka Nailinnaja masih bersekolah kelas 12 di SMA
Sultan Agung 1 Kalinyamatan.
Pada saat umur 7
tahun, saya memulai karir pendidikan di jenjang SD Negeri 1 Gidangelo, yang
berada di desa Gidangelo, yang menjadi salah satu guru saya favorit adalah
bapak Mugiyarto.S.Pd. Saya selesai pada tahun ajaran 2008/2009 jenjang SD dan
mendapatkan ijasah. Banyak permainan tradisional yang saya kenal saat masih
duduk di sekolah dasar. Itu membuat yang membuat jarang di rumah dan selalu
dicari orang tua saya ketika lupa waktu. Apalagi jika hari minggu, pasti dari
pagi hingga siang saya tidak pernah di rumah. Itu merupakan kenangan yang tidak
pernah bisa dilupakan.
Saya melanjutkan
ke jenjang selanjutnya di SMP, saat SMP saya bersekolah di SMP Negeri 2
Welahan, yang berada di desa Kalipucang, tepatya berjarak ± 2 Km
dari di mana SD saya berada. Pertama masuk saya mendapatkan banyak
teman baru dari beberapa sekolah dasar yan berada di sekitar SMP, tetapi saya
belum megenal nama teman satu kelas. Namun seiring berjalannya waktu saya mulai
mengenal nama-nama teman saya. Banyak sekali kenangan-kenangan yang saya dapatkan
ketika sekolah di SMP. Dari yang nakal, balapan motor. Sampai taubat saat kelas
9 karena mau menghadapi ujian nasioanal. Saya menimba ilmu selama tiga tahun
lamanya. Setelah tiga tahun tepatnya pada 2011/2012 saya menyelesaikan
pendidikan di SMP dan saya mendapatkan izajah SMP.
Kemudian di
lanjutkan kejenjang berikutnya yaitu di SMAN 1 Welahan, yang berada di
Kecamatan Welahan, disitulah Saya mengenakan seragam putih abu-abu dan menuntut
ilmu selama tiga tahun, di SMAN 1 Welahan ini Saya mendapatkan banyak pengalaman
di organisasi, ketika saya masuk kelas X saya ikut seleksi disitu saya terpilih
seleksi menjadi calon wakil ketua OSIS bersama kakak kelas saya yang menjadi
calon ketua OSIS. Sebelum pemilihan saya bersama kakak kelas saya berorasi di
depan teman-teman satu sekolahan, disinilah pengalaman saya pertama berorasi di
depan teman-teman satu sekolahan. Setelah itu pemilihan dilakukan, ada tiga
calon pasangan ketua dan wakil ketua OSIS, setelah selesai pemilihan ternyata saya
dan kakak kelas saya yang mendapatkan suara terbanyak.
Dalam organisasi
saya tahu tetang banyak hal-hal dan pengalaman baru, ada dua kegiatan yang
menjadi kegiatan besar dan menjadi agenda tahunan yaitu Idul Adha, Festival
Band, dan Futsal. Dari beberapa kegiatan, yang paling banyak mendapat pengalaman
banyak dari Festival Band dan Tournament Futsal Se-Karesidenan, karena disitu
saya mendapat pengalaman mencari sponsor, mengajukan izin ke Polres, mengantar
surat undangan sampai ke Pati dan dalam kegiatan menjadi panitia Festival Band
yang terbuka untuk umum. Banyak perubahan sikap yang saya rasakan selama
belajar di SMAN 1 Welahan dan mental menjadi lebih luar biasa dan tentunya
semakin dewasa.
Setelah saya
menyelesaikan pendidikan di SMAN 1 Welahan pada tahun ajaran 2014/2015, saya
ingin melanjutkan pendidikan dan ingin menjadi guru, karena saya termotivasi
sama guru bahasa indonesia. Saya mendaftar di Universitas PGRI Semarang dengan
mengerjakan test. Alhamdulillah pada waktu pengumuman saya diterima. Dari sini
saya telah mengikuti pendidikan mulai tahun ajaran 2015/2016. Target Saya
selesai pada tahun 2019 wisuda dengan IP tinggi, dan mudah-mudahan bisa
tercapai dan akan menjadi seseorang yang sukses di kemudian hari.
Selama menempuh S1
di Universitas PGRI Semarang saya mendapatkan pengalaman yang belum tentu
didapatkan semua orang. Menempuh pendidikan di kota Semarang melatih hidup
mandiri, yang dulunya tidak pernah mencuci pakaian menjadi mencuci pakaian
sendiri, yang dulunya tidak pernah memasak menjadi masak sendiri walaupun hanya
memasak nasi juga lauk-lauk yang sederhana. Selain itu juga dapat pengalaman
berbicara di depan publik, bermain teater, menulis puisi dan masih banyak lagi
yang berhubungan dengan aspek kebahasaan.